Senin, 09 Agustus 2021

Recently, I become a Fanyu

Seeing Yuzu's smile made me wanna smile. Yuzuru Hanyu have a sweet, pure and contagious smile that could make another people smile back when they saw his smile. 

Look at his smile~💞💕💗

Contagious smile ✨✨

Seeing Yuzu sweating made me wanna dance and get exercise again. When you look at his sweat that running down on his face after his performance, he looked shinier. And it made me want to get my own sweat. 

Sweating and smiling: shining, shimmering, splendid, without make up. He is so georgeous. ❤

Kawaii~


Seeing Yuzu's performance made me wanna heal the world again (huh?). Btw, Yuzuru-senshu saved me from becoming an anime character's fan. Haha. Well, he said he wanna be our light because we are his light. Such a cute words from a cute guy. We love him so much. He is so humble, polite, beautiful but strong, funny, and cute of course. 

Seeing Yuzu's lean body made me wanna be stronger! Although he look slim and tiny, he is strong enough to perform his program, do triple axel, jump, spin, hydroblading, etc. He is strong enough to push his limit, strong enough to conquer his asthma and becoming the GOAT of figure skating. 

In short, Yuzuru Hanyu is my inspiration at this time. Not only mine, but our (Fanyu) inspiration. He is one of our precious light. From him, I learn to push myself harder to reach what I want. Keep shining and reach your dream, Hanyu Yuzuru-senshu. We love you as always. 

We hope you could landing 4A savely & perfectly someday, & winning your 3rd gold medal at Beijing 2022, Hanyu-senshu. 


PS:

Fanyu: Yuzuru Hanyu's fans

Although I am considering myself as Fanyu, but I am not stanning for LGBTQIA+, it's my personal principle guys. And of course, I am not hating Nathan Chen. 


Jumat, 02 Juli 2021

Do You Even Clash?

Yes, of course we do! A lot of time!

Bismillah... 

Game yang paling bikin bete sedunia? Clash of Clans (COC) sih menurutku. Karena game ini jika dimainkan seorang diri, kita gak akan bakal dapat esensinya. Dimainkan berdua? Agak greget, tapi masih kurang berasa. Esensi dari Clash of Clans kupikir terletak pada bagaimana cara berkoordinasi dengan banyak kepala, agar bisa bersama-sama mengalahkan musuh dan atau mendapat hadiah permainan klan. 

Akutuh awal main COC tahun 2018 karena bujukan adekku, "Mbak, mbok download COC." kata dia. Mulanya sih gak kuindahkan, tapi setelah beberapa kali bujukan, akhirnya aku penasaran juga.

Sebagai noob, aku diminta gabung ke klan adekku. Tapi karena pertengkaran kecil di dunia nyata, adekku malah menendangku dari klan dia. Hwaha, asem, terkejut sih, tapi ya sudahlah. Setelah ditendang keluar dari klannya si adek, aku mulai mencoba gabung ke berbagai klan; hingga akhirnya mulai punya teman sesama pemain COC (atau istilah agak kerennya, Clasher). Dan tentu saja, kalo gak ada cekcok, bukan Clash of Clans namanya. 

Clasher chat
Bersama-sama ngece Lotar


Sampai sekarang, akunku berjumlah 6 (termasuk akun adek yang akhirnya malah dihibahkan ke aku, soalnya dia beralih main PUBG). Well, semula sih aku punya 7 akun, karena dapat tambahan satu akun milik teman, Bayu namanya. Tapi setelah akun si Bayu ini disambungin ke Supercell ID, malah jadi gak bisa dimainin berdua lagi. Hiks. 

Kini, mayoritas akunku berada di klan MFK. Tentu saja MFK ini bukan nama asli klan kami. Aku dan teman-teman satu klan ku menyebut nama klan kami seperti itu, biar memudahkan dalam penyebutan saja. Teman pertama di MFK adalah Rian dan Rama yang sekarang sudah jarang main. Terus ada Allpian, Bayu, Sunja, Dion pikun, Shinichi, kak Ripin, om Hoka, Ahmad, Bagas (yang sekarang sudah pensiun), Raihan, Borkat, om Ardi, om Rifqi, dan Lotar. Selalu ada yang datang dan pergi, tapi yang menetap lumayan lama ya nama-nama barusan. 

Sejak seminggu yang lalu, sebenarnya sih aku off main COC. Aku berharap, klan MFK yang kami bangun dari kecil bisa terus bertumbuh, meski tanpaku. 

Clasher chat
Si Dion pikun


Tapi ternyata, tidak semudah itu melepas mereka untuk maju sendirian. Mungkin MFK terlalu lama bergantung pada kontribusiku, yang tentu saja kondisi ini tidak sehat bagi pertumbuhan klan. Dan karena sekarang sudah liga lagi, sedangkan teman-temanku nampaknya butuh bantuan, baiklah... Aku insyaAllah akan main lagi. Dengan meminimalisir kontribusi tentunya.
Ganbatte, fight till the end of the league! 

Rabu, 09 Januari 2019

No Time to Worry

Bismillah...

If I have time to worry, then it's mean that I just didn't do my best. There's still a time to do something better, rather than spending my time for worrying something.

If I have time to complaining, then it's mean that I just didn't do my best. Because when I'm trying to do my best, then I won't have time to complaining.

Tak ada alasan untuk berlembek-lembek pada diri sendiri. Mengasihani diri sendiri. Meratap. Merasa menjadi korban. Jiwa yang kuat tak akan merengek minta dipermudah. Jiwa yang kuat akan berusaha untuk menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin. Jiwa yang kuat akan memohon untuk selalu ditambahkan kekuatan. Karena hasil pembelajaran yang akan diperoleh, selalu berbanding lurus dengan masalah yang dihadapi.

Tak ada waktu untuk mendramatisir, menikmati peran sebagai korban. Aku kuat!

Bismillah. La tahzan. Innallaha ma'ana!


-Wng, 070715