Selasa, 30 Agustus 2022

Berburu Soulmate (???)

 Bismillah... 

Sudah sejak pertengahan bulan Mei kemaren, aku nyoba instal aplikasi chatting yang kayaknya khusus untuk para Muslim. Aplikasi ini mendapat peringkat 9 di kategori aplikasi kencan. Awalnya aku iseng aja sih, pengen nyoba hal baru yang tampaknya menyenangkan: memperluas circle, dan ya... kali aja bisa menambah pengalaman dalam hal berbau uwu bagi fakir asmara macam aku. Syukur-syukur bisa nemu soulmate kek orang-orang normal pada umumnya. Wkwk. 

Tapi ternyata, akun bodong di aplikasi ini lumayan banyak lho. Biasanya sih mereka cosplay memakai seragam isilop atau seragam tent4r4. Selain cosplay, ada pula yang fotonya editan asal tempel. Bagi yang awam dengan software grafis, pasti juga bisa tertipu sih. 

Karena penggunanya lumayan buanyak, aku hanya memilah orang-orang yang menyukai profilku saja. Yang fotonya editan, cosplay isilop dan tent4ra, ataupun fotonya memancarakan aura negatif, langsung aku skip, sambil mengucap gomenasai di dalam hati. Selain dari yang aku eliminasi itu, profil mereka aku keep deh buat dipilih lagi. Memilihnya pun berdasar aura dari foto yang dia pajang. Yang seakan memancarkan aura 'Pick me please' kek pas pemilihan kartu deck pembacaan tarot gitu, langsung aku klik balik buat match jadi teman ngobrol. Absurd? Memang gw sejak dulu absurd, cuy~

Pertama dapat match, kulihat di bionya bahwa dia Muslim beraliran syiah. Aje gile, baru dapat match langsung ketemu kawan ngobrol beda aliran. Percakapan berlangsung, dimulai dari aku nanya apakah dia beneran syiah dan dia menjawab bahwa ternyata dia asal saja saat mengisi bio. Percakapanku dengan mas-mas (bukan) syiah ini ternyata tidak berlangsung lama, karena dari beberapa pertanyaan yang dia lontarkan, aku terindikasi tidak serius dalam mencari pasangan. Hehehehehe~ Diapun izin end-chat buat nyari kandidat lain. 

Aplikasi ini tidak mengizinkan screenshoot lho, jadi privasimu (insyaAllah) aman. 

Berulang kali aku mencoba menemukan match dengan cara yang sama. Memilih profil yang memancarkan aura 'Pick me please' dari sekian profil yang sudah memilih profilku duluan. Yang terindikasi buru-buru banget dengan nanyain nomer WA, biasanya aku beri alasan kenapa aku tidak bisa ngobrol di WA dan memintanya agar bisa ngobrol di aplikasi ini saja, tapi yang tetep ngotot minta nomer WA meski sudah kuberi penjelasan, akhirnya tidak aku balas lagi. Gomenasaaaaaiii. 

Beberapa waktu berlalu dan ternyata versi gratis dari aplikasi ini habis juga. Hanya profil premium saja yang bisa melihat orang-orang yang telah menyukai profilnya. Padahal, tujuan utamaku meng-instal aplikasi ini belum terpenuhi. Akupun memutuskan untuk beralih ke fitur premium selama 3 bulan. Setelah beralih ke fitur premium, akhirnya aku nemu orang yang ngobrolnya bisa nyambung dan ga bikin takut ataupun bikin mudah capek. FYI aja nih, sebagai ambivert, akutuh mudah capek jika harus memulai percakapan basa-basi apalagi dengan orang asing. Tapi, tanpa diawali dengan basa-basi, percakapan serius dengan orang yang baru kita kenal pun lebih susah untuk terlaksana. Ya ga sih?

Sebulan berlalu dan setelah melalui berbagai sesi obrolan yang lumayan absurd, aku tersadar bahwa nyari soulmate di aplikasi beginian ternyata memerlukan waktu yang tidak singkat. Wkwk. Aku juga baru tersadar bahwa aku belum terlalu paham seutuhnya tentang definisi soulmate dari pernyataan-pernyataan yang telah diberikan oleh kawan chattingku. 

Pernah aku nemu beberapa akun perempuan di beranda, dan aku girang bukan main karena bisa ikut menyukai akun perempuan lain, tapi ternyata itu hanyalah bug saja. Di aplikasi ini, perempuan cuma diberi pilihan akun laki-laki, dan laki-laki hanya diberi pilihan akun perempuan. 

Apakah worth it? Lumayan sih. Kalau niatmu adalah untuk mencari pengalaman dan meningkatkan skill memulai obrolan dengan orang yang tidak kamu kenal, cukup layak untuk dicoba. 

Kalau niatmu adalah untuk nyari jodoh? Banyak pilihan disini. Tapi dari info yang aku dapat dari kawan chattingku, akun perempuan lebih banyak pasifnya saat diajak ngobrol, berbeda dengan akun laki-laki yang cukup reaktif. Jadi, kalau niatmu buat nyari jodoh, kamu haruuuuss lebih sabar. Karena yang grusa-grusu biasanya 'agak mengerikan'. Ya gak sih? 


Senin, 21 Februari 2022

Sedang Narsis

 Bismillah... 


Ngapain post ginian pake bismillah? 

I don't know for sure, haha... 

From this:



Beberapa bulan kemudian, berubah pikiran:



To this:

Dikata mirip Yuzu donk, gimana gak besar kepala coba, hwahaha~

Terkadang, kita butuh kawan yg bisa nge-boost ego kita, ya gak sih? Asal jangan kebablasan aja, soalnya malah kayak fake gitu pujiannya. 
Ini pendapatku sih, soalnya aku jaraaang banget narso kayak gini nih. 


Rabu, 08 Desember 2021

Pengen curhat tapi malu? Sini... Sini...

Bismillah... 

Hey kamu, butuh curhat tapi takut dikira sebagai tukang cari perhatian? Pengen curhat tapi takut dibilang lebay? Pengen mencurahkan ganjalan di pikiran tapi gak tahu mau ngomong sama siapa? Curhat ke aku aja gimana? Curhat secara anonim kan, biasanya bisa bebas lepas ngomongin apa aja. Kamu mau curhat apa aja boleh kok. Pengen dibantu saran atau pengen didengar doank? Bilang aja, gapapa. Yang penting uneg-unegmu tersampaikan, dan semoga ganjalan pikiran bisa berkurang. 

Caranya gimana? Aku baru aja bikin akun secreto. Kamu bisa curhat bebas di sana. Tak perlu install aplikasi, tak perlu log in atau daftar, tinggal ketik aja apa yang mau kamu omongin. Kalo pengen dibantu analisa masalahmu, bilang aja. Sebisanya aku bantu deh. You'll never walk alone, I'll be here for you. 

Silakan curhat sepuasnya yaa, di sini nih:

https://secreto.site/id/a4on2

InsyaAllah akan kubalas. Semoga harimu menyenangkan. ❤


Rabu, 01 Desember 2021

Kemayu ~

 Bismillah...

 

Once upon a time, long-long ago (karena postingan ini udah ngendon cukup lama di draft) 

“Masa’ pabrik A itu, pegawainya kemayu-kemayu tha mbak!” kata adekku pada suatu waktu.

“Kemayu bagaimana maksudmu?” tanyaku.

“Berangkat kerja pake kacamata item. Dandanannya menor pula…” jelasnya.

“Ho'oh. Kata orang-orang yang melihat mereka, mereka itu berangkatnya dandan menor. Trus ketika mau pulang juga dandan lagi.” Sambung ibuku

“Golek genda'an, palingan.” timpal adekku.

“Mmmm... Mungkin mandornya ada yang ganteng.” tebakku sekenanya.

“Lha itu! Bisa jadi. Mandornya itu temenmu SMP lho mbak! Siapa itu namanya, Anggi?” kata adekku sambil mengingat-ingat. 

“Whe lhaaa dalah... Pantesan pada dandan menor. Wakakakakaka.” aku kemekelen mendengar penjelasan adekku barusan.

“Lha Anggi kie lanang po wadhon?” ibuku bingung.

“Laki-laki.”

 ***

Jadi, si Anggi itu macem mana orangnya sampe bikin mbak-mbak pabrik itu mau dandan menor?

Seingatku, waktu SMP si Anggi itu orangnya putih bersih (nggak kayak anak laki-laki SMP pada umumnya yang kucel dan item). Tinggi badannya lumayanlah jika dibanding tinggi rata-rata murid SMP waktu itu. Kalo gak salah termasuk murid yang agak popular karena nakal *kalo elu baca ini, peace ya bro* ('_') V

Yaaa, cuma itu sih yang aku ingat. Selebihnya nggak tahu. Karena memang aku nggak kenal, gak pernah sekelas.

Balik lagi ke masalah kemayu…


sumber


Kemayu itu apa? Apakah identik dengan dandan menor dan bergaya?

Kemayu itu artinya kecentilan cyiiin. Lagi berusaha menarik perhatian lawan. Owh. *manggut-manggut*

Aku pernah baca status WA kawanku. Kata status WA dia, yang sumbernya aku lupa entah darimana, soalnya aku lupa skrinsyut: anak perempuan yang masa kecilnya tidak terlalu dekat dengan sosok ayah, akan tumbuh menjadi remaja yang kecentilan dan mudah termakan rayuan buaya darat; alias ketika mendapat pujian dari lawan jenis akan mudah luluh hatinya. Dan itulah yang membuatnya berkembang ke arah centil. Kurang lebihnya itu yang aku tangkep dari status WA temenku kemaren.

Ini berarti apa beb? Apakah ini berarti mbak-mbak pegawai pabrik yang katanya suka dandan menor tadi, waktu kecil kurang dekat dengan sosok ayah? Lha yo mbuh sih, aku ra kenal mereka jeee. 

***

PS: kalo laki-laki tapi kemayu, apa juga karena kurang dekat dengan ayahnya ya? Kemaren aku main google kejauhan keknya dan nemu istilah femboy. But to be honest, some of them are really cute wearing short skirt. Kawaaaaiii~ wkwkwk. 

Astaghfirullah, entah apa yang merasuki ku. (-_-) 




Senin, 09 Agustus 2021

Recently, I become a Fanyu

Seeing Yuzu's smile made me wanna smile. Yuzuru Hanyu have a sweet, pure and contagious smile that could make another people smile back when they saw his smile. 

Look at his smile~πŸ’žπŸ’•πŸ’—

Contagious smile ✨✨

Seeing Yuzu sweating made me wanna dance and get exercise again. When you look at his sweat that running down on his face after his performance, he looked shinier. And it made me want to get my own sweat. 

Sweating and smiling: shining, shimmering, splendid, without make up. He is so georgeous. ❤

Kawaii~


Seeing Yuzu's performance made me wanna heal the world again (huh?). Btw, Yuzuru-senshu saved me from becoming an anime character's fan. Haha. Well, he said he wanna be our light because we are his light. Such a cute words from a cute guy. We love him so much. He is so humble, polite, beautiful but strong, funny, and cute of course. 

Seeing Yuzu's lean body made me wanna be stronger! Although he look slim and tiny, he is strong enough to perform his program, do triple axel, jump, spin, hydroblading, etc. He is strong enough to push his limit, strong enough to conquer his asthma and becoming the GOAT of figure skating. 

In short, Yuzuru Hanyu is my inspiration at this time. Not only mine, but our (Fanyu) inspiration. He is one of our precious light. From him, I learn to push myself harder to reach what I want. Keep shining and reach your dream, Hanyu Yuzuru-senshu. We love you as always. 

We hope you could landing 4A savely & perfectly someday, Hanyu-senshu. No matter what they told you, you'll be in our hearts. So, please stay safe. 


PS:

Fanyu: Yuzuru Hanyu's fans

Although I am considering myself as Fanyu, but I am not stanning for LGBTQIA+, it's my personal principle guys. And of course, I am not hating Nathan Chen. 


Jumat, 02 Juli 2021

Do You Even Clash?

Yes, of course we do! A lot of time!

Bismillah... 

Game yang paling bikin bete sedunia? Clash of Clans (COC) sih menurutku. Karena game ini jika dimainkan seorang diri, kita gak akan bakal dapat esensinya. Dimainkan berdua? Agak greget, tapi masih kurang berasa. Esensi dari Clash of Clans kupikir terletak pada bagaimana cara berkoordinasi dengan banyak kepala, agar bisa bersama-sama mengalahkan musuh dan atau mendapat hadiah permainan klan. 

Akutuh awal main COC tahun 2018 karena bujukan adekku, "Mbak, mbok download COC." kata dia. Mulanya sih gak kuindahkan, tapi setelah beberapa kali bujukan, akhirnya aku penasaran juga.

Sebagai noob, aku diminta gabung ke klan adekku. Tapi karena pertengkaran kecil di dunia nyata, adekku malah menendangku dari klan dia. Hwaha, asem, terkejut sih, tapi ya sudahlah. Setelah ditendang keluar dari klannya si adek, aku mulai mencoba gabung ke berbagai klan; hingga akhirnya mulai punya teman sesama pemain COC (atau istilah agak kerennya, Clasher). Dan tentu saja, kalo gak ada cekcok, bukan Clash of Clans namanya. 

Clasher chat
Bersama-sama ngece Lotar


Sampai sekarang, akunku berjumlah 6 (termasuk akun adek yang akhirnya malah dihibahkan ke aku, soalnya dia beralih main PUBG). Well, semula sih aku punya 7 akun, karena dapat tambahan satu akun milik teman, Bayu namanya. Tapi setelah akun si Bayu ini disambungin ke Supercell ID, malah jadi gak bisa dimainin berdua lagi. Hiks. 

Kini, mayoritas akunku berada di klan MFK. Tentu saja MFK ini bukan nama asli klan kami. Aku dan teman-teman satu klan ku menyebut nama klan kami seperti itu, biar memudahkan dalam penyebutan saja. Teman pertama di MFK adalah Rian dan Rama yang sekarang sudah jarang main. Terus ada Allpian, Bayu, Sunja, Dion pikun, Shinichi, kak Ripin, om Hoka, Ahmad, Bagas (yang sekarang sudah pensiun), Raihan, Borkat, om Ardi, om Rifqi, dan Lotar. Selalu ada yang datang dan pergi, tapi yang menetap lumayan lama ya nama-nama barusan. 

Sejak seminggu yang lalu, sebenarnya sih aku off main COC. Aku berharap, klan MFK yang kami bangun dari kecil bisa terus bertumbuh, meski tanpaku. 

Clasher chat
Si Dion pikun


Tapi ternyata, tidak semudah itu melepas mereka untuk maju sendirian. Mungkin MFK terlalu lama bergantung pada kontribusiku, yang tentu saja kondisi ini tidak sehat bagi pertumbuhan klan. Dan karena sekarang sudah liga lagi, sedangkan teman-temanku nampaknya butuh bantuan, baiklah... Aku insyaAllah akan main lagi. Dengan meminimalisir kontribusi tentunya.
Ganbatte, fight till the end of the league! 

Rabu, 09 Januari 2019

No Time to Worry

Bismillah...

If I have time to worry, then it's mean that I just didn't do my best. There's still a time to do something better, rather than spending my time for worrying something.

If I have time to complaining, then it's mean that I just didn't do my best. Because when I'm trying to do my best, then I won't have time to complaining.

Tak ada alasan untuk berlembek-lembek pada diri sendiri. Mengasihani diri sendiri. Meratap. Merasa menjadi korban. Jiwa yang kuat tak akan merengek minta dipermudah. Jiwa yang kuat akan berusaha untuk menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin. Jiwa yang kuat akan memohon untuk selalu ditambahkan kekuatan. Karena hasil pembelajaran yang akan diperoleh, selalu berbanding lurus dengan masalah yang dihadapi.

Tak ada waktu untuk mendramatisir, menikmati peran sebagai korban. Aku kuat!

Bismillah. La tahzan. Innallaha ma'ana!


-Wng, 070715

Senin, 07 Januari 2019

Tidak Mudah sih, tapi Harus Dicoba

Bismillah...

Quote dari papah Hoka

Haruskah kejahatan dibalas dengan kebencian? Haruskah kita menyimpan dendam atas sesuatu yang pernah membuat kita sakit hati? Entahlah. Jika balas dendam akan memberikan kepuasan sesaat, dan akan berlanjut dengan balas dendam berikutnya, kapankah siklus tersebut akan berhenti?

Kita tahu bahwa ikhlas serta memaafkan itu merupakan hal yang tidak mudah. Tapi... bukankah lebih baik mencoba memaafkan dan terus bergerak maju menyongsong masa depan; daripada bermuram durja, mengingat masa lalu: menghabiskan waktu untuk membenci, menghabiskan waktu untuk berpikir tentang balas dendam? Karena apa yang sudah terjadi, tidak akan bisa di-undo begitu saja seperti yang kita mau.

Quote dari Bayu 

Berikut aku ambilkan sebuah petuah yang tersebar dari satu grup whatsapp ke grup whatsapp yang lainnya:

ILMU SEMAR MESEM
Gareng : "Romo pernah dicaci-maki seseorang?"
Semar : "Pernah....!"
Petruk : "Pernahkah dimusuhi seseorang, Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Bagong : "Apa pernah dibenci seseorang, Mo?"
Semar : "Pernah....!"
Gareng : "Sampeyan juga pernah dihujat seseorang, Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Petruk : "Apakah semua itu dilakukan secara terang²an, Mo..?"
Semar : "Ada yang dilakukan secara terang²an, ada juga yang hanya dilakukan secara diam² dari belakang.."
Bagong : "Lantas apa yang Romo perbuat terhadap orang² itu..?"
Semar : "Thole, nggΓ¨r anak²ku cah bagus, podo dirungokno yo..! Aku tidak balik mencaci-maki dia, aku pun tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula akan membencinya dan aku juga tidak berpikir akan membalas hujatannya.."
Gareng (penasaran) : "Kenapa bisa demikian, Mo..?"
Semar (sambil membetulkan duduknya) :  *"Itu karena pikiran serta hatiku tidak terfokus pada siapa yang mencaci-maki, siapa yang memusuhi, siapa yang membenci dan siapa yang menghujat.*
*Pikiran dan hatiku hanya terfokus pada siapa yang menggerakkan lidah mereka sehingga mencaci-maki aku, siapa yang menggerakkan jiwanya sehingga memusuhi aku, siapa yang menggerakkan hatinya sehingga membenci aku dan siapa yang menggerakkan pikirannya sehingga membuat mulutnya menghujat aku..."*
Petruk : "Dia itu siapa, Mo..?"
Semar : *"Dialah GUSTI YANG Maha Pencipta. DIA-lah sebagai Maha yang berkuasa atas segala sesuatu yang sudah, belum, sedang dan yang akan terjadi.*
*Ya hanya DIA-lah satu²nya yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang² itu sehingga lidahnya bisa mencaci maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat diri ini. Tanpa-NYA tentu mustahil bisa terjadi. Sehingga aku beranggapan, sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan​ dan hujatan itu sengaja dihadirkan GUSTI ALLAH SWT agar jiwaku menjadi kuat melewati rintangan dan hatiku menghebat tatkala menghadapi ujian.*
Jadi, adalah *SALAH BESAR jika aku menyalahkan orang² itu apalagi membalasnya. Oh... Bagiku itu tidak perlu, bahkan aku berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan ini tidak mungkin terjadi secara tiba², semua sudah diatur sedemikian rupa oleh NYA, maka apapun kenyataan yang aku terima kemarin, hari ini atau suatu hari nanti, tidak ada kata sia², bahkan dibalik semua itu, pasti ada hikmah terbaik yang bisa merubah kehidupanku agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena aku tahu, sesungguhnya GUSTI  ALLAH itu MAHA BAIK.*
Anak²ku,  kowe kabeh jangan terpengaruh kalau dihina. Jangan Hati Melambung kalau Dipuji.
Tidak Penting Dianggap Baik, yang Penting *teruslah belajar menjadi Orang Baik*

*****
I know, it's easier said than done. But we must try it.

Semoga harimu menyenangkan. ^_^


PS: Terimakasih banyak buat papah Hoka dan Bayu atas kata-kata bijaknya.

Sabtu, 05 Januari 2019

Basing

Bismillah....

Apa itu basing? Basing yang aku gunakan sebagai judul di atas, merupakan sebuah bahasa daerah yang biasa digunakan di Lampung untuk menyatakan kepasrahan; atau lebih singkatnya, kata basing jika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia artinya "terserah".

Pertama kali aku mengenal kata ini adalah ketika aku berinteraksi dengan kak Ripin. Kak Ripin adalah Clasher asal Salatiga yang telah lama tinggal si Lampung. Waktu itu aku pernah jalan-jalan ke klannya kak Ripin ini, klan Insider Warrior namanya. Nah, ketika berinteraksi dengan teman-teman dari Insider Warrior ini, Kak Ripin cukup sering menggunakan kata 'basing'. Setelah tahu artinya, lama-kelamaan aku jadi ketularan mereka, suka menggunakan kata basing.

Hingga suatu saat aku kembali ke klan My Friend*KARDO (MFK), aku masih terbiasa menggunakan kata basing. Padahal kata ini kurang familiar di telinga teman-temanku di MFK. Katakanlah si Allpian dan Ahmad yang aslinya Sunda, tentu saja mereka tidak mudheng apa itu basing. Tapi mereka tidak bertanya. Hingga suatu hari, terjadi miskomunikasi antara aku dan Allpian.
Allpian: "Mbak, nanti yang start war aku aja ya."
Aku: "Basing."

Kamis, 03 Januari 2019

Tausiyah oleh Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al-Habsyi tentang Sholawat

Bismillah...

Pada tanggal 9 Desember lalu, rombongan pengajian di dusunku dihimbau oleh pak Abah Moh. Barqi, selaku pengampu pengajian, untuk ikut hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam yang diadakan oleh MWC NU Sidoharjo di masjid kecamatan.

Rombongan pengajian dari dusunku datangnya tidak terlalu awal, kami berangkat selepas sholat isya', jadinya kami tidak mendapat tempat di dalam masjid. Syukur alhamdulillah sih, masih dapat tempat di samping masjid. Dan tentu saja aku langsung bergegas mencari posisi yang tepat menghadap jendela, agar bisa melihat kondisi di dalam masjid. Karena posisinya, siapa cepat dia dapat. Ya bisa dibilang, masih bejo lah aku kala itu.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam pun dibuka dengan nyanyian lagu Indonesia Raya serta lagu Ya lal wathon, yang membuat seisi masjid berdiri dan menyanyi dengan penuh semangat, setelah itu acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan barzanji.

Tausiyah mau'idhoh oleh habib Muhammad bin Husein bin Anis Al-Habsyi yang menjadi acara inti, tentunya berlangsung ketika waktu sudah agak malam, karena bacaan barzanji memang lumayan panjang. Sebagian dari jemaah yang hadir (yang duduknya di samping kanan ku) sudah mulai terkantuk-kantuk tatkala habib tiba dan memasuki aula masjid.

Ada sesuatu di pembawaan habib, yang ketika didengarkan dan disimak secara seksama, bisa memberikan perasaan tenang. Terselip pula bahasa Jawa halus dalam tutur katanya. Boleh jadi, habib adalah tipe langka (tipe expert yang pernah aku tulis di sini). Sebagian peserta yang tidak dapat tempat di dalam Masjid, mulai inguk-inguk ke dalam Masjid, karena ingin melihat habib. Salah mereka sendiri, kenapa tidak memilih tempat di depan jendela.

Berikut aku resume ulang tausiyah yang disampaikan oleh habib, aku tulis per poin biar lebih ringkas:

Jumat, 14 Desember 2018

Rahasia di Balik Senyuman


Bismillah

Berdasarkan jenisnya, komunikasi ada dua macam. Komunikasi verbal serta komunikasi non verbal. Komunikasi verbal bisa dilakukan dengan lisan maupun tulisan. Sedangkan gerak tubuh, mimik, dan senyuman merupakan contoh komunikasi non verbal.

Kita tersenyum pasti punya alasan. Ada yang tersenyum karena bahagia, ada yang tersenyum untuk mengejek, ada yang tersenyum untuk meminta pertolongan, dan sebagainya dan seterusnya. Singkatnya: dalam sebuah senyuman, bisa tersembunyi bermacam makna.

Senyum J kepada K, senyum yg seolah ngece (Men in Black 3)

Dalam bukunya yang super “ajaib”, yang berjudul Been There Done That Got The T-Shirt (BTDT GTTS), mbak Risyiana Muthia kurang lebih menyatakan bahwa: kita harus mempelajari bagaimana cara tersenyum yang baik dan benar, agar kita memperoleh keuntungan maksimal dari senyum tersebut.

Senin, 27 November 2017

Random 3: Gandalf Wannabe (Part 1)

Warning: Tulisan ini bukan merupakan sebuah bentuk pengkultusan atau bentuk pengidolaan terhadap Gandalf. Anggap saja, tulisan ini sebagai bedah tokoh dan sambungan dari tulisan terdahulu tentang kuis Which Fantasy / SciFi Character Are You? So, cekidot

Bismillah...

Frodo: "You're late."
Gandalf: "A wizard is never late, Frodo Baggins. Nor is he early. He arrives precisely when he means to."
(Lord of The Ring: Fellowship of The Ring)

Enaknya menjadi seorang wizard itu adalah: bisa melakukan apapun semaunya sendiri, dengan alasan sekenanya tanpa boleh dipertanyakan. Karena seorang wizard adalah... seorang wizard! Sulit menggambarkannya dengan kata-kata.

Sabtu, 31 Desember 2016

Random 9: Nikahan mbak sepupu

Bismillah...

Bulan Oktober (tahun) lalu mbakku-sepupu satu buyut denganku (sebut saja namanya mbak Anu)  menikah dengan teman pramukaku jaman SMP, sebut saja namanya si Ini. Hampir semua teman SMP, yang rumahnya satu dusun denganku dapat undangan, kecuali aku! Masa’ si MKS-tetanggaku- yang statusnya hanya mantan teman SMP saja dikasih undangan, sedangkan aku yang notabene adalah saudaranya sendiri, malah nggak dikasih?! Aku kan jadi sebal dan su'udzon!

Singkat cerita, H-1 acara resepsi, mbak Anu kepengin tangannya digambari pakai henna. Nah akulah yang didapuk sebagai seksi corat-coret. Meski aku sudah diundang secara langsung jadi seksi  corat-coret, tapi rasanya seperti kurang afdhol kalau nggak dapat undangan berwujud kartu. Alhasil, pas lagi nggambarin tangannya mbak Anu, aku langsung protes menanyakan perihal kenapa aku tidak dikasih undangan. Dan ternyata, aslinya tuh aku juga dikasih undangan. Undangannya dikumpulin jadi satu sama undangannya MKS dan teman-teman lainnya. Lhah? Kalau begitu, undanganku nyelip di mana ya?!

"Kalau gitu, pinjam undangannya satu donk, pengen lihat..." kataku.
"Untung masih sisa satu, nih!" jawab mbak Anu sambil menyodorkan undangan walimahannya.

Jika umumnya dalam undangan walimahan, nama mempelai ditulis lengkap beserta gelar akademisnya, di undangan mbakku nggak gitu. Kata mbakku sepupu, tradisi kantor calon suaminya juga tidak menyertakan gelar pada undangan yang dibagikan. “Biar nggak riya”, katanya...

Wow... Ini langka, man! Anti mainstream. Biasanya gelar akademik itu sengaja dijadikan ajang pamer lho. Mau bukti? Simak terus. :p

****

Jumat, 25 November 2016

Random 1: Muka Angker (Part 2)

Bismillah...


"Did you know the people that are the strongest are usually the most sensitive? Did you know the people who exhibit the most kindness are the first to get mistreated? Did you know the one who takes care of others all the time are usually the ones who need it the most? Did you know the 3 hardest things to say are I love you, I'm sorry, and Help me?
Sometimes just because a person looks happy, you have to look past their smile and see how much pain they may be in.
To all my friends who are going through some issues right now--Let's start an intention avalanche. We all need positive intentions right now. If I don't see your name, I'll understand. May I ask my friends wherever you might be, to kindly copy and paste this status for one hour to give a moment of support to all those who have family problems, health struggles, job issues, worries of any kind and just need to know that someone cares.
Do it for all of us, for nobody is immune. I hope to see this on the walls of all my friends just for moral support. I know some will!! I did it for a friend and you can too."
*You have to copy & paste this one, no share button, please.

-dapet ngopi dari wall fesbuknya bang Jack Saja, yang kini akunnya sudah hilang entah kemana.

****

Selasa, 22 November 2016

Random 2: Tahi Lalat dan Takdir (Part 2)

Bismillah...

Pada tulisan random 2: Tahi Lalat dan Takdir (part 1) yang lalu, disebutkan bahwa takdir sudah ditetapkan oleh Tuhan. Pertanyaannya: Jadi, apakah kita harus menunggu datangnya takdir begitu saja?

Menunggu takdir dengan dalih karena takdir sudah ditetapkan?! Oh, c’mon. Bukan itu yang diharapkan dari tulisan ini. Sebagai manusia yang optimis, kita harus bergerak dinamis. Menulis takdir, mengubah takdir, menjemput takdir, apapun istilah yang digunakan, yang penting tujuannya sama: tidak hanya duduk berpangku tangan sambil malas-malasan.

Agar bisa sepemahaman, aku sebutkan lagi beberapa term yang sebenarnya sudah ditulis di part 1:
  1. Tuhan itu ada
  2. Tuhan itu Maha Mengetahui
  3. Tuhan itu Maha Berkehendak
  4. Tuhan itu Maha Adil
  5. Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
  6. Tuhan tidak mendzalimi makhluk-Nya
  7. Tuhan itu Maha Pengampun lagi Maha Pemaaf
  8. Tuhan itu Maha mengabulkan do’a


mole and destiny
Tulisan di papan tulis: 1 minute speech-Mole

Batasan Bahasan Keseluruhan:
"Tahi lalat dan takdir tidak berbeda.  Jika kau menunggu untuk bertemu orang yang memiliki tahi lalat di tempat yang sama... Itu hampir tidak mungkin. Karena itu... Kita harus menulis sendiri takdir kita."
****

Selasa, 15 November 2016

Random 2: Tahi Lalat dan Takdir

Bismillah...

Suatu hari, aku dapat film lucu dari adik sepupuku yang dulu pernah sensi sama tagline Tolak Angin. Film Thailand bergenre komedi romantis. Judulnya: I Fine Thank You Love You. Meski filmnya menurutku agak kurang gimanaaa gitu, tapi tetep saja aku tonton sampai selesai. Ada satu adegan yang menceritakan pemainnya sedang mencoba melakukan praktek berbahasa Inggris. Kalimat di bawah ini kuambil dari salah satu adegan film yang kusebut tadi:

Sabtu, 22 Oktober 2016

Random 1: Muka Angker (Part 1)

Bismillah...


Lama tak berbagi sesuatu, rasanya jadi canggung ya... Apa kabar kawan sekalian? Baik kah? Lagi merasa apa? Senang? Sedih? BΓͺte? *Sok-kenal-sok-akrab mode on* Betewe, karena aku orangnya cablak, daripada muter-muter, lebih baik langsung ke inti saja yaaa... :D

Adakah di antara kenalan teman-teman sekalian yang orangnya bertampang angker, sangar, galak, tidak ramah, dan suka berbicara blak-blakan? Apa yang teman-teman rasakan terhadap orang tersebut? Anyel? Jengkel? Ngeri? Amit-amit?


Pernahkah kalian bertanya, kenapa teman kalian bisa bertampang angker, sangar, dan galak? Bukankah di balik suatu hal, selalu ada hal lain yang mendasari? Bukankah muka angker, muka sangar, dan muka amit-amit itu juga terjadi karena ada alasannya? “Yeah, itumah bawaan sejak orok, cyin! Dari sana emang setting mukanya seperti itu kaleee...” Bisa jadi teman-teman sekalian berpikir begitu. Tapiii... 


muka angker
hubungannya berpura-pura tangguh dengan muka angker apa? Ada deh~ (credit)

Tahukah teman-teman sekalian bahwa meski tulisanku banyak bercandanya, suka sok kenal sok akrab, selengekan dan terkadang geblegnya bukan kepalang; namun sebenarnya aku ini seorang (yang kadang) pendiam bertampang sangar, angker, angkuh, sombong (apapun sebutannya)? Tahu nggak? Nggak tahu kan?

Penampilan luar boleh angker, namun jiwanya unyu. Serious outside, crazy inside. Halah. Wise man said, “Don’t judge the book by it’s cover.” Tapi sebenarnya, kadang aku juga suka ‘do judge the book by it’s cover’ dink. Apalagi kalau bukunya membahas masalah desain grafis. Demikianlah.


****

Senin, 25 April 2016

Random Plus: Gift

Bismillah...

Kata bang Ippho Santosa, kalau kita memberi sesuatu kepada orang lain, maka kita akan memperoleh imbalan balik dengan harga yang nilainya lebih banyak. Apa teman-teman percaya? Kalo aku sih percaya-percaya aja. :D

Awal April kemarin, buku yang kubeli sejak tahun 2015 lalu, akhirnya sudah kukirim ke Falzart. Dan buku itu sudah dia terima.

gift
Sirah Nabawiyah versi al-Buthy (credit)


Nah, beberapa hari berikutnya, akunya malah gantian mendapat sebuah buku dari mbak Milo (Millati Indah Taufiqin). Buku ini telah membuatku mupeng sejak jaman kuliah. Dulu, lembaga kampus yang pernah kuikuti mengadakan acara untuk membedah buku ini. Waktu itu, pembicaranya adalah penulisnya sendiri.

Tahu nggak, apa yang paling kuingat dari acara bedah buku tersebut? Aku malah ingatnya: pak Ahmad Mansur Suryanegara (sang penulis buku yang kumaksud) mengomentari gaya desain gedung kampus kami. Pilar-pilar gedung yang terdiri dari beberapa pilar berbentuk sedemikian hingga (maaf, kurang bisa menjabarkan dengan baik >_<), beliau bilang mirip simbol organisasi tertentu. Aaaaaaa~. Nih bapak, selain ahli sejarah sepertinya juga ahli simbologi. XD *excited*