Senin, 25 April 2016

Random Plus: Gift

Bismillah...

Kata bang Ippho Santosa, kalau kita memberi sesuatu kepada orang lain, maka kita akan memperoleh imbalan balik dengan harga yang nilainya lebih banyak. Apa teman-teman percaya? Kalo aku sih percaya-percaya aja. :D

Awal April kemarin, buku yang kubeli sejak tahun 2015 lalu, akhirnya sudah kukirim ke Falzart. Dan buku itu sudah dia terima.

gift
Sirah Nabawiyah versi al-Buthy (credit)


Nah, beberapa hari berikutnya, akunya malah gantian mendapat sebuah buku dari mbak Milo (Millati Indah Taufiqin). Buku ini telah membuatku mupeng sejak jaman kuliah. Dulu, lembaga kampus yang pernah kuikuti mengadakan acara untuk membedah buku ini. Waktu itu, pembicaranya adalah penulisnya sendiri.

Tahu nggak, apa yang paling kuingat dari acara bedah buku tersebut? Aku malah ingatnya: pak Ahmad Mansur Suryanegara (sang penulis buku yang kumaksud) mengomentari gaya desain gedung kampus kami. Pilar-pilar gedung yang terdiri dari beberapa pilar berbentuk sedemikian hingga (maaf, kurang bisa menjabarkan dengan baik >_<), beliau bilang mirip simbol organisasi tertentu. Aaaaaaa~. Nih bapak, selain ahli sejarah sepertinya juga ahli simbologi. XD *excited*

Jumat, 01 April 2016

Random 4: Adrenaline Booster

Bismillah...

Sebagai orang yang bergolongan darah AB, akhir-akhir ini aku jadi sering merasa seperti kurang greget menjalani hidup. Entahlah apakah ada hubungannya atau tidak (antara golongan darah dengan semangat hidup). Mungkin akunya saja yang kurang suntikan adrenalin. Kalo dulu sih, sempat pernah mengalami masa-masa overload adrenalin. Dan saat itu, aku sering berkhayal bahwa John Cena adalah bodyguard-ku.

Jumat, 26 Februari 2016

Random 5: Tamtam ^^;

Bismillah...

Jadi begini lho, gw ini kan orang yang kadang mudah meledak-ledak. Sedih juga sih, merasa belum bisa menjadi muslim yang baik. Nah, pas ada bazaar, kebetulan nemu bukunya Dr. ‘Aidh Al-Qarni (penulis buku La Tahzan yang terkenal itu) yang berjudul La Taghdhab: Jangan Marah! Stoknya waktu itu tinggal satu aja. Beruntungnya gw. Langsung aja gw comot tuh buku. Siapa tahu bisa menjadi obat mujarab untuk mengatasi watak gw yang mudah meledak-ledak. Hehe...

AB itu ternyata singkatan dari Absolute Bomb. Pantas saja... *Another teori Cocoklogi* -_-“. Credit: gambarnya lupa aku comot dari mana T^T

Jadi apa hubungannya buku tersebut dengan Tamtam? :p

Kamis, 11 Februari 2016

Random 8: "Kapan nikah?"

Bismillah...

Pernah dapet inbox dari seorang sahabat tentang berbagai macam cara mengelak dari pertanyaan “Kapan nikah?”. Entahlah dia dapet darimana. Lupa buat nanya lebih lanjut.

Betewe, jika dilihat dari jawaban yang diberikan atas pertanyaan “Kapan nikah?”, maka sepertinya, para jomblo bisa dikategorikan dalam dua jenis:

Pertama, jomblo yang memang masih ingin sendiri dan belum terpikir untuk segera menyandang status married. Dan yang kedua, jomblo yang pengen segera mengakhiri status kejombloannya namun jodohnya belum kunjung ketemu juga.

****

Jomblo kategori pertama, jika ditanya “Kapan nikah?” maka bisa mengelak dengan berbagai alternatif jawaban sebagai berikut. Oia, jawaban bisa divariasikan lagi, sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Preeettt...

Source: Facebook Message From le friend

[SHARE] 29 cara menjawab pertanyaan 'Kapan Nikah' !

Jumat, 27 November 2015

Random 6: Barat vs Islam?

Bismillah...

Menurut Charles E. Carlson –seorang analis politik-keamanan yang berkedudukan di Washington D.C-, sesudah runtuhnya imperium Uni Sovyet, kelompok yang dikenal dengan sebutan the Warmakers di CFR, “... selected the far-flung nations of Islam as a replacement for the old Marxist-Leninist ..... the Red peril has ‘greatly abated’ to be replaced by a new Green Peril.”
Sebagai tindak-lanjut dari kesimpulan itu, suatu kampanye kebencian anti-Islam mulai dilansir oleh media-media yang sepenuhnya berada di bawah kontrol kelompok Yahudi. Artikel-artikel di dalam media cetak, buku-buku, acara entertainment teve, industri film, dan diskusi, mulai memunculkan gambaran tentang orang Arab dan masyarakat muslim sebagai masyarakat yang culas, tidak dapat dipercaya, tidak menghormati hukum, melecehkan derajat wanita, dan sebagainya, yang isinya meracuni pendapat umum masyarakat dunia dan terutama sekali pikiran masyarakat awam Amerika. Bersamaan dengan itu untuk pertama kali muncul istilah-istilah seperti Islam radikal, Islam militan, Islam fundamentalis, dan akhirnya, teroris Islam, yang disebut sebagai ancaman terhadap “demokrasi” – karenanya, harus dianggap sebagai “musuh dunia beradab”. 
Z. A Maulani (2002:2).


WARNING: Correct Me If I’m Wrong

****