Selasa, 23 Juni 2015

Hole in The Soul



Bismillah...


Old Story Teller said:
And a Man sat alone. Drenched deep in sadness.
And all the animals drew near to him and said:
"We do not like to see you so sad... Ask us for whatever you wish and you shall have it."
The Man said: "I want to have good sight."
The vulture replied: "You shall have mine."
The Man said: "I want to be strong."
The jaguar said: "You shall be strong like me."
Then the man said: " I long to know the secrets of the earth."
The serpent replied: "I will show them to you."
And so it went with all the animals. And when the Man had all the gifts that they could give ... he left.
Then the owl said to the other animals:"Now the man knows much and is able to do many things...
The deer said: "The Man has all that he needs. Now his sadness will stop."
But the owl replied: "No. I saw a hole in the Man... Deep like a hunger he will never fill... It is what makes him sad and what makes him want. He will go on taking and taking... Until one day the World will say: "I am no more and I have nothing left to give."
taken from Apocalypto movie


****

Sabtu, 20 Juni 2015

"Lo rese kalo lagi laper...!"

Bismillah...

Apa yang terjadi, kalo kita sedang lapar? Sepertinya ada dua kemungkinan:
  1. Mudah marah. Kondisi ini berlaku dengan syarat: saat perut merasa lapar (entah kita sadar sedang lapar atau tidak) karena kita memang belum makan –saat ketika kita seharusnya sudah makan. Di sini, kita tak ada niatan sama sekali untuk menunda makan.
  2. Lemes. Kondisi ini berlaku saat kita lapar karena memang belum boleh makan hingga waktu tertentu (Puasa). Di sini, kita memang punya niat untuk menunda makan.
Disclaimer: Posting ini kemungkinan mengandung logical fallacies. Jangan 100 persen percaya. :p

Sabtu, 23 Mei 2015

Menduga-Duga



Bismillah...

Kemaren pas aku lagi nyari salah satu buku catatanku di antara tumpukan buku-majalah-koran yang lama kubiarkan awut-awutan, aku malah terpaku pada beberapa buah artikel lawas. Maklumlah, kalo lagi nyari sesuatu, tapi malah nemu yang ‘menarik’, ya akhirnya malah kelupaan sama yang dicari. Trus berhenti nyari dan malah keasyikan buka-buka sama baca-baca tulisan lainnya. -_- Salah satu tulisan yang kubaca adalah artikel yang dimuat pada koran Med*a Indonesia edisi 9 November tahun 2010.

Pas di bagian pertengahan koran tadi, ada artikel yang mengulas tentang seputar Pemilusela Amerika Serikat tahun itu. Di bagian bawah artikel, terdapat beberapa nama calon kandidat partai Republik yang diduga akan bersaing memperebutkan kursi panas pada tahun 2012 nanti. Di antara para tokoh yang diulas adalah Mitt Romney, Tim Pawlenty, Sarah Pallin, Bobby Jindal, dan seterusnya. Membaca nama tokoh-tokoh ini membuatku teringat pada sebuah kebodohan yang pernah kulakukan sekitar dua tahun yang lalu.

Jumat, 15 Mei 2015

Golongan Darah AB mah, emang gitu orangnya...

Bismillah...

Setelah sekian lama menebak-nebak dalam kebingungan, akhirnya aku terpakasa juga ngecek golongan darahku. Karena waktu itu aku butuh surat keterangan sehat, dan surat keterangan sehatnya harus menyertakan golongan darah. Jadi, ya gitu deh...

Rabu, 22 April 2015

“Kapan Mati?”

Bismillah...

Ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bekerjalah untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.”

Apakah aku sudah mengamalkannya? Belum. Selama ini, aku terlalu mementingkan dunia dari pada akhirat. Terbukti dengan sederetan cita-cita yang pernah kutulis, hampir semuanya ditetapkan berdasar standar dunia. Karena apa yang selama ini ada di benakku adalah: aku akan mati setelah usiaku menginjak tujuh puluh sekian tahun. Kejar dunia dulu, baru akhirat ngikut. Sombong pun!

Lalu tiba-tiba, seorang teman yang sepertinya kurang kerjaan, berbagi hasil kuis salah satu app facebook. Kuis tersebut memang cuma ditujukan untuk iseng-iseng, karena kuis ini meramalkan sampai tahun berapa seseorang akan hidup, dan juga meramalkan orang tersebut akan meninggal dengan cara yang bagaimana. Konon kata si kuis, temanku tadi akan meninggal pada tahun 2059 dengan cara ditembak drone. Komentar yang dia cantumkan dalam hasil kuis iseng tersebut adalah spekulasi mengenai alasan kenapa dia harus mati dengan cara ditembak drone. Dia bilang, mungkin cara tadi (mati karena ditembak drone) terjadi karena dia terlalu banyak membahas teori konspirasi.