Senin, 27 November 2017

Random 3: Gandalf Wannabe (Part 1)

Warning: Tulisan ini bukan merupakan sebuah bentuk pengkultusan atau bentuk pengidolaan terhadap Gandalf. Anggap saja, tulisan ini sebagai bedah tokoh dan sambungan dari tulisan terdahulu tentang kuis Which Fantasy / SciFi Character Are You? So, cekidot

Bismillah...

Frodo: "You're late."
Gandalf: "A wizard is never late, Frodo Baggins. Nor is he early. He arrives precisely when he means to."
(Lord of The Ring: Fellowship of The Ring)

Enaknya menjadi seorang wizard itu adalah: bisa melakukan apapun semaunya sendiri, dengan alasan sekenanya tanpa boleh dipertanyakan. Karena seorang wizard adalah... seorang wizard! Sulit menggambarkannya dengan kata-kata.

Dari sekian jumlah tokoh yang disebutkan dalam kuis Which Fantasy / SciFi Character Are You? kenapa hasilku adalah Gandalf, ataupun Delenn; bukannya Galadriel, Saruman, Balrog, Sauron atau Madara sekalian?! (Ps: hasil Madara memang tidak ada sih).

Karena jawaban yang dipilih, merepresentasikan watak dari karakter yang ada. Antara Gandalf, Galadriel, dan Saruman; tentu saja mempunyai sifat yang berbeda.

Contohnya:

The Hobbit 1: an Unexpected Journey

Galadriel: “Mithrandir, why the Halfing?"
Gandalf: “I do not know. Saruman believes that it is only great power that can hold evil in check. But that is not what I found. I have found it is the small things, everyday deeds of ordinary folk that keeps the darkness at bay. Simple acts of kindness and love. Why Bilbo Baggins? Perhaps is because I'm afraid, and he gives me courage."

That's why, aku sependapat dengan Gandalf. Selain itu, untuk sebuah poin pernyataan dalam kuis Which Fantasy/SciFi Character Are You? aku juga kurang sepakat dengan pernyataan “The only way to get something done right is to do it yourself." Aku pernah iseng menjawab 'setuju', dan hasil yang kudapat adalah Galadriel. Demikianlah. Pada akhirnya, aku lebih suka mendapat hasil Gandalf, karena Gandalf adalah Gandalf. Ruwet ya, Haha~

Maksudku dengan Gandalf wannabe itu adalah ingin bisa menyeimbangkan kehidupan ala Gandalf. Preett banget ya, sok-sok'an ingin menyeimbangkan hidup ala seorang Gandalf. 

The Hobbit 1: an Unexpected Journey

Gandalf wannabe? Padahal, menjadi Gandalf itu sepertinya tidak mudah, karena karakternya menurutku sangat kompleks; yang singkatnya mungkin bisa aku rangkum menjadi:

Being Gandalf is about balancing the internal and external factor of life. Menyeimbangkan faktor internal maupun faktor eksternal dalam hidup. Faktor internal meliputi: pikiran, fisik, dan jiwa atau bahasa kerennya balancing the mind, body, and soul (spirit). Sedangkan faktor eksternal meliputi kehidupan sosial.

Kenapa aku tertarik dengan tema kesimbangan? Karena seimbang itu indah~

"Happiness is not a matter of intensity but of balance, order, rhythm and harmony.”
(Thomas Merton)

“Tidak ada kedamaian bagi mereka yang kehidupannya tidak seimbang secara jasmani dan rohani. Mereka dapat terombang-ambing kian kemari oleh angin kekecewaan dan badai keputusasaan.”
(Brent L. Top -Liahona)

****
Keseimbangan membuat kehidupan menjadi harmonis; sedangkan keharmonisan menciptakan kebahagiaan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa dengan menyeimbangkan semua lini pembentuk kehidupan; maka kehidupan akan menjadi lebih bahagia. Menjadi Gandalf, maka kalian akan bahagia. Halah. Salah konklusi. By the way: siapa sih, yang tidak ingin hidup bahagia?

So, langsung saja: apakah yang dimaksud dengan keseimbangan dalam hidup?

“Hidup seimbang berarti hidup dengan menjaga dua bentuk keseimbangan, yaitu keseimbangan internal dan eksternal. 
Keseimbangan internal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak dari diri Anda sendiri. Diri Anda memiliki empat dimensi, yaitu dimensi fisik, emosional, mental, dan spiritual. Masing-masing dimensi perlu dilayani haknya agar diri Anda seimbang. Hak dari dimensi fisik adalah kesehatan tubuh. Hak dari dimensi emosional adalah perasaan yang bersih. Hak dari dimensi mental adalah pikiran yang jernih. Hak dari dimensi spiritual adalah kedekatan dengan Tuhan.... Keseimbangan eksternal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak orang-orang di sekitar Anda."
(Ustadz Satria Hadi Lubis - Manhajuna)

Kalau menurut hematku, untuk pembahasan karakter Gandalf ini, keseimbangan internal aku bagi saja menjadi: kesehatan pikiran, jiwa, dan badan; sedangkan sisi spiritualnya sengaja aku hilangkan. Dalam seri The Hobbit maupun seri Lord of The Ring yang pernah aku tonton, seingatku tidak ada penggambaran mengenai sisi spiritual para tokohnya. Ketika membaca versi Tolkien Gateway, dijelaskan bahwa: Gandalf ini merupakan seorang Maia, yang menjadi salah satu utusan Valar, dan telah direstui oleh Eru Iluvatar (sang Pencipta), untuk membantu para makhluk dunia fana, agar bersatu demi mengalahkan Sauron.

Sewaktu Gandalf meninggal setelah berhasil mengalahkan Balrog, oleh Eru, Gandalf The Grey dikirim kembali untuk menyelesaikan misinya; namun dengan bentuk yang lebih hebat: Gandalf The White. Ringkasnya: sisi spiritual Gandalf adalah dekatnya dia dengan Vala, bahkan sang Eru pun harus mengirimkan Gandalf kembali ke dunia, agar bisa menyelesaikan misinya. Segitu saja ya penjelasan poin spiritualnya. Sedangkan keseimbangan dari segi eksternalnya, bisa dilihat dari bentuk interaksinya sebagai makhluk sosial.

Lantas, kenapa aku bilang bahwa Gandalf adalah sosok yang memiliki kehidupan yang seimbang baik secara internal maupun eksternal? Karena aku melihatnya seperti itu. Alasan ini memang sangat subjektif, sih. Tapi, walaupun terkesan sangat subjektif, tentunya aku tidak menarik kesimpulan begitu saja secara semena-mena. Ada sebab di balik alasanku tadi. Nah, inilah alasannya:

Dilihat dari sisi internal »»» Gandalf itu bisa menyeimbangkan antara  pikiran, jiwa, dan badan; 
Dilihat dari sisi eksternal »»» Gandalf  itu mempunyai kehidupan sosial yang bisa dibilang cukup baik, karena dia bisa berbaur dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan Istari, Elf, Manusia, Dwarf, hingga Hobbit.

****
Dari segi pikiran, Gandalf ini merupakan karakter yang menurutku cukup kritis. Gandalf cukup jeli menerapkan analisis entah itu berupa semantik, semiotik, dan analisis lainnya hingga dia bisa membaca dan mengatur strategi. Dari segi jiwa, menurutku, Gandalf ini cenderung berkepribadian layaknya seorang philosopher, dia adalah seorang freethinker, truthseeker, dan juga merupakan seorang yang optimis. Dari segi fisik, sosok Gandalf ini tetap bisa menjaga kesehatan dan kebugarannya hingga di usia tua.

Dalam rangkaian film The Hobbit, ada beberapa adegan yang menampilkan Gandalf sedang berlari, bukan? Tidak hanya kuat berlari, Gandalf juga digambarkan bisa mengalahkan Balrog dan juga mengalahkan Great Goblin, meski usianya bisa dibilang cukup tua renta!

Dilihat dari segi eksternal melalui kehidupan sosialnya, sosok Gandalf yang masuk dalam golongan Istari alias Wizard, ternyata cukup bisa berbaur dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan Hobbit, Elf, Dwarf, hingga manusia. Tidak hanya itu saja, Gandalf juga menjalin pertemanan dengan Gwaihir, yang selalu ada untuk membantunya ketika sedang dalam situasi terjepit. So sweet yaa.

Selanjutnya, aku akan memberikan alasanku, kenapa aku bisa menyimpulkan bahwa Gandalf merupakan sosok dengan kriteria seperti yang sudah aku sebutkan di atas.  Pembagiannya seperti ini:

Internal
  • Mind: becoming an analyst by becoming »»» Semantic practitioner and semiotic practitioner, (so then he could become) »»» a strategist
  • Soul (Spirit): Philosopher (by doing) »»» freethinker and truthseeker, (and then it leads to become ) »»» an optimist
  • Body: stay fit »»» Some cardio workout (running from enemy, LOL) and because sometimes he needs to be a fighter too (which is mean he needs more complex training rather than just an ordinary cardio workout)
Eksternal:
  • Becoming a wanderer and have a lot of friends from different range and kind (means that he always stay mobile, and doesnt stuck on his comfort zone)
  • Becoming a mediator
  • Becoming an adviser

(Untuk penjelasan dan alasan dari poin-poin di atas, bersambung dulu deh.  Soalnya panjang banget. Wkwkwk).

See ya~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertanyaan, kritik, saran, komentar? Silakan keluarkan uneg-unegnya. Tak perlu malu-malu... hehe... Oia, untuk sementara (sampai batas waktu yg belum tahu kapan), komentarnya aku moderasi yaaa... Have a nice day. Terimakasih sudah mampir dan membaca. ^_^