Selasa, 31 Desember 2013

Hakikat Cinta Versi Stardust


Le one day...


  • Oryza: “Semalem nyoba nonton World War Z. Baru beberapa menit, gak kuat, takut kebawa mimpi. Baru lanjut (nonton) pagi ini tadi.”
  • Aku: “Emang kenapa kalo kebawa mimpi? Bukannya malah keren ya? Wkwkwk. Aku udah nonton Stardust. Meski ceritanya gak terlalu seru, tapi nasehat tentang ‘cinta’ di film ini, menurutku cukup bagus.”
  • Oryza: “Oow... keren dari mananya. Nightmare iya. Nah, semalem jadinya nonton Stardust. Hehe...”
  • Aku: “Haha... Keren, jadi pembunuh zombie. Apakah aku bisa membaca pikiranmu? Wkwkwk. Ternyata malah baru nonton Stardust tha? Gimana, nasehat tentang ‘cinta’nya, bagus kan?”
  • Oryza: “Memangnya, nasehat apa yang kau dapat dari film Stardust?”
  • Aku: “Love is unconditional, and unpredictable, unexpected, uncontrollable, unbearable. When you fall in love, your heart doesn’t belong to you anymore, but belong to someone you love. Apapun yang kamu lakukan demi orang yang kamu cinta, kamu gak akan mengharap imbalan balik darinya. Dan imbalan balik yang paling kamu harap, bukan (berupa) harta, atau apapun, melainkan dia balik mencintaimu.”
  • Oryza: “Eaa... Sip. Sip!!”
  • Aku: “Lha, menurutmu Ryz? Apa yang kamu dapat dari film Stardust?”
  • Oryza: “When you ‘failed’ with someone, it might means that there were another one fits you better. Yang ini cuma tambahan. Sebenernya, pas nonton juga nangkep yang seperti SMSmu. Tapi gak begitu tak gagas... hehe...”
  • Aku: “Wuidiiih... Keren... Cakep deh lu ah... Itu juga yang aku tangkep, tapi aku lupa, wkwkwk. Tambahannya: asal kita mau terus memperbaiki diri, meski awalnya kita melakukannya dengan alasan agar orang yang kita cinta juga balik mencintai kita, pada akhirnya kita akan menemukan sisi terbaik dari diri kita, dan cinta yang lebih tepat pun akan menghampiri. Uhuk uhuk.”
  • Oryza: “Jadi pengen update status (facebook). Hoho.”
  • Aku: “Jadi pengen update blog. :v”
 ****

film stardust
film stardust

Dari percakapan di atas, mendadak iseng pengen menganalisis isi pesan yang disampaikan dalam film Stardust. Sebenarnya, ada banyak pesan lain –selain tentang cinta- yang terdapat pada film tersebut, tapi pembahasan kali ini hanya akan kubatasi seputar masalah tiga pokok hakikat cinta, yang telah disinggung pada dialog di atas: cinta itu tanpa syarat; ketika kamu jatuh cinta dan selalu berusaha memantaskan diri, maka pribadi terbaikmu akan muncul; serta yang terakhir, saat kamu sudah berusaha mati-matian mengejar cintamu dan ternyata nggak kesampaian juga, pasti akan ada cinta lain yang lebih tepat untukmu.

Analisis ini tidak akan menggunakan teori apapun, entah itu analisis wacana maupun semiotika. Karena menganalisa dengan menggunakan teori, akan membuatku mendadak mual, dan ujung-ujungnya nanti malah nggak jadi posting. Aku hanya akan mengandalkan logika, sedangkan tujuan utama analisis ini, adalah sebagai pembuktian tiga kesimpulan mengenai cinta, yang aku dan Oryza peroleh ketika menonton film Stardust.

Spoiler alert! Bagi yang belum nonton filmnya, mending nonton dulu saja. Alasan pertama, sehabis baca posting ini, pasti kalo nonton nanti nggak bakalan seru, karena sudah ketebak ending-nya. Alasan kedua, karena aku tidak mau meracuni sudut pandang kalian, dengan sudut pandangku. Kalo udah nonton, silahkan sharing-kan juga, apa yang telah kalian dapat dari film ini. So, inilah analisis dari beberapa scene yang sudah aku capture. :D


Memantaskan Diri bagi Cinta

film stardust
Scene pada durasi 00:18:46 – 00:19:34
Tristan dan Victoria tengah bercakap-cakap sambil menghabiskan sebotol sampanye, ketika sebuah bintang jatuh melintas di atas langit malam. Tristan yang begitu ingin membuktikan kepada Victoria, bahwa cintanya melebihi cinta yang dimiliki oleh Humphrey, mengajukan sebuah penawaran. Dan Victoria menyetujui penawaran tersebut. Dia akan menerima cinta Tristan, ketika Tristan berhasil membawakannya sebuah bintang jatuh.

Tristan begitu senang mendengar penawarannya disetujui. Demi cintanya, dia akan rela melakukan apapun. Bahkan, dia rela untuk melintasi tembok pembatas desanya –yang selama ini tidak boleh dilanggar karena ada mitos-mitos tertentu– untuk mencari bintang jatuh.

  • Victoria: “Tristan! Ada bintang jatuh! … Indah.”
  • Tristan: “Lebih indah dari cincin mewah dari Ipswich? Victoria, demi menikah denganmu, akan kuterobos tembok pembatas, dan membawakanmu bintang jatuh itu.
  • Victoria: “Kau tidak boleh menerobos tembok pembatas. Tak seorangpun pernah menerobos tembok pembatas. Sekarang kau bertindak konyol.”
  • Tristan: “Aku tidak bercanda. Akan kulakukan. Demi kau, apapun akan kulakukan.”
  • Victoria: “Bintang milikku sendiri. Sepertinya kita sudah sepakat. Kau punya waktu tepat seminggu, atau aku akan menikahi Humphrey.”

Analisis
Awalnya, Tristan sudah merasa kalah dari Humphrey. Dia merasa bahwa dia tidak cukup baik bagi Victoria. Namun ayah Tristan memberikan semangat kepada anaknya, dan karena dorongan semangat tersebut, Tristan kembali berani menampakkan diri untuk menemui Victoria. Demi membuktikan cintanya kepada Victoria, Tristan rela melakukan apapun. Tristan rela melintasi pembatas desa untuk mencari bintang jatuh, agar Victoria bersedia menerima cintanya. Pencarian bintang jatuh inilah yang menjadi titik awal pemantasan diri yang dilakukan oleh Tristan. Sebelum berangkat mencari bintang jatuh –demi Victoria– dia hanyalah pemuda biasa yang sangat tidak populer dan sering menjadi bulan-bulanan teman sebayanya.

Perjalanan mencari bintang jatuh itulah, yang membuatnya menjadi sosok yang lebih baik dari dirinya yang dulu, dirinya ketika belum melakukan perjalanan. Dengan kata lain, Tristan telah berusaha memantaskan dirinya untuk menjadi lebih baik, demi cintanya kepada Victoria. Dan usaha yang dilakukan oleh Tristan ini tidak akan pernah sia-sia, karena berkat didorong oleh cintanya kepada Victoria, Tristan berhasil menemukan sosok dirinya yang lebih baik lagi.

film Stardust
Sebelum berangkat untuk membuktikan cintanya, Tristan terlihat seperti ini. Dia cukup sering menjadi bahan tertawaan.

film Stardust
Setelah berusaha membuktikan cintanya –atau setidaknya berusaha memantaskan diri bagi cintanya, dia berubah menjadi seperti ini. Sosok yang bahkan bisa mengimbangi ayunan pedang ‘boneka’ mendiang pangeran Septimus.
 

Cinta itu Tanpa Syarat

 
film Stardust
Scene pada durasi 01:02:39 - 01:03:37

Tristan dan Yvaine –sang bintang jatuh– yang ditangkap oleh rombongan Kapten Shakespeare, sedang disekap dalam gudang. Mereka berdua saling bercerita, sambil menunggu keputusan sang kapten atas nasib mereka.

  • Yvaine: “Ceritakan tentang Victoria.”
  • Tristan: “Dia... Tak ada lagi yang bisa kuceritakan padamu.”
  • Yvaine: “Karena, setahuku cinta itu tanpa syarat. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa kau beli.”
  • Tristan: “Sebentar, ini bukan tentang aku membeli cintanya. Ini adalah caraku membuktikan kuatnya cintaku.”
  • Ivaynne: “Dan apa yang dia lakukan untuk membuktikan cintanya padamu?”
  • Tristan: “Yvaine, kau akan mengerti kalau sudah bertemu dengannya, oke? Asalkan kita tidak dibunuh para perompak lebih dulu.”
  • Yvaine: “Dibunuh perompak, jantung dicongkel dan dimakan, bertemu Victoria. Aku tak bisa tentukan mana yang lebih menyenangkan.”

Analisis
Menurut Yvaine, cinta itu harusnya timbul tanpa sebuah prasyarat. Jadi, Yvaine berpikir bahwa Tristan sedang berusaha untuk membeli cinta Victoria dengan sebuah hadiah berupa bintang jatuh. Tristan tidak merasa bahwa dia sedang berusaha ‘membeli’ cinta Victoria. Tristan berusaha mencari sang bintang jatuh, demi membuktikan seberapa besar cintanya kepada Victoria.


film Stardust
Scene pada durasi 01:28:29 - 01:30:32
 
Tristan disihir menjadi seekor tikus oleh Ditchwater Sal, dan dimasukkan ke dalam sebuah kandang. Yvaine yang terlindung dari penglihatan Ditcwater Sal, duduk di dekat kandang Tristan si tikus, kemudian berbicara banyak hal tentang pengetahuannya mengenai dunia manusia. Berbicara tentang pengetahuannya mengenai cinta.

Yvaine: “Kau ingat saat aku bilang tahu sedikit tentang cinta? Sebenarnya itu tidak benar. Aku tahu banyak tentang cinta. Aku melihatnya sudah berabad-abad tentang cinta. Dan itu satu-satunya yang membuatku betah memandangi dunia manusia. Semua peperangan itu. Penderitaan dan kebohongan, juga kebencian; membuatku berpaling dan tak pernah memandang ke bawah lagi. Tapi untuk melihat percintaan manusia, maksudku, kau boleh mencari sampai ke ujung alam semesta... tapi kau tak akan pernah temukan apapun yang lebih indah.

“Aku tahu cinta itu tak bersyarat. Tapi aku juga tahu cinta datang tanpa bisa diduga...tak disangka, tak dapat dikendalikan, tak tertahankan... dan... anehnya, mudah berubah menjadi benci. Dan... maksudku, Tristan, adalah... Kurasa aku mencintaimu. Jantungku... rasanya dadaku seperti tak mampu lagi menampungnya. Rasanya jantungku seperti bukan milikku lagi, tapi milikmu. Dan jika kau memang inginkan itu, aku tak minta apa-apa sebagai gantinya. Tidak mau hadiah, Tidak mau barang, Tidak meminta bukti cintamu. Tak ada, asal kau juga mencintaiku. Hanya hatimu... sebagai gantinya.”

Analisis
Yvaine yakin bahwa cinta itu tidak bersyarat, karena dia telah merasakan bagaimana rasanya mendadak jatuh cinta pada sosok Tristan. Yvaine tak pernah diimingi-imingi apapun oleh Tristan, dan bahkan, Tristan selalu saja membicarakan banyak hal mengenai Victoria. Tristan juga selalu mengingatkan Yvaine bahwa sosok Yvaine, sang bintang jatuh, merupakan hadiah yang sangat diinginkan oleh Victoria. Yvaine tak sakit hati dengan keinginan Tristan tersebut, dan anehnya, dia malah jatuh cinta pada Tristan.

Tidak seperti Victoria yang menginginkan sebuah hadiah, Yvaine rela memberikan apa saja, demi cintanya kepada Tristan. Yvaine tidak menginginkan hadiah atau demonstrasi apapun jika Tristan mencintainya. Bahkan, jika Tristan menginginkan jantung Yvaine, yang konon kalau dimakan bisa bikin awet muda, Yvaine akan dengan senang hati memberikannya.



Jika Tidak Berhasil dengan Cinta A, maka Cinta B –atau Cinta-Cinta Lainnya yang Lebih Tepat– akan Menghampiri
 
 
film Stardust
Scene pada durasi 00:11:06 - 00:11:09
 
film Stardust
Scene pada durasi 00:11:06 - 00:11:09
 
Tristan masih ingin menemui Victoria, meski Victoria jelas-jelas sudah menolaknya. Usaha Tristan ini tidak sia-sia, karena pada akhirnya Victoria berjanji akan mau menerima cinta Tristan, dengan satu syarat, bahwa Tristan akan membawakannya sebuah bintang jatuh.

  • Victoria: “Tristan, sudah jelas kukatakan...”
  • Tristan: “Aku tahu, kau bilang untuk jangan datang.”
sebelum masuk analisa, pause, ganti scene dulu... 

 
film Stardust
Scene pada durasi 01:32:16 - 01:32:55
 Tristan yang sudah bangun dari tidurnya karena kelelahan akibat sihir Ditchwater Sal, menanyakan kembali keseriusan ungkapan isi hati Yvaine, ketika dirinya masih menjadi seekor tikus. Sebenarnya, meski dirinya berwujud seekor tikus, Tristan dapat memahami semua perkataan yang diungkapkan oleh Yvaine saat itu.

  • Tristan: “Apa kau bersungguh-sungguh dengan perkataanmu di kereta waktu itu?”
  • Yvaine: “Apa yang aku... Tapi, kau tadi jadi tikus! Kau tadi jadi tikus! Kau minta keju! Kau tidak... Aku minta kau untuk memberi pertanda.”
  • Tristan: “Dan menyebabkanmu jadi malu karena mengungkapkan kata-kata indah tentang cinta? Kau mau tahu apa yang dibisikkan Kapten waktu itu? Dia bilang bahwa, cinta sejatiku berada tepat di hadapanku. Dan dia memang benar.”
belum masuk analisa, masih harus ditambah scene, hehe...


film Stardust
Scene pada durasi 01:58:43

Tristan, yang ternyata merupakan anak seorang putri kerajaan Stormhold, berhasil menjadi penerus sah tahta kerajaan. Dia memperistri Yvaine, sang bintang jatuh, dan akhirnya memerintah selama delapan puluh tahun lamanya.
 
Analisis
Ketika Tristan sudah mencoba melakukan usaha terbaiknya demi membuktikan cintanya kepada Victoria, semua usaha tersebut akhirnya berbuah manis. Tristan akhirnya menyadari, bahwa Victoria tidaklah sebanding dengan semua usaha yang telah dilakukannya selama ini. Tristan telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, dan pada akhirnya, dia berhak atas cinta yang lebih tepat dan lebih indah dari apa yang diharapkannya semula.

Kesimpulan:
Cinta itu bisa datang tanpa diduga, dan datangnya tanpa memerlukan syarat. Ketika seseorang berusaha memantaskan diri bagi cintanya, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, jika dibandingan ketika dia belum merasakan sebuah cinta. Dan saat cinta yang diperjuangkan tadi ternyata memang tidak bisa didapatkan, meski sudah diperjuangkan secara mati-matian, sesungguhnya akan ada cinta lain yang lebih pas, dan lebih tepat dengan pengorbanan yang telah dilakukan.

Pelajaran moral yang bisa diambil:
Teruslah memperbaiki diri, dan kamu akan mendapatkan hasil yang sebanding dengan apa yang telah kamu lakukan. Dan selalu bersyukurlah atas hasil yang telah diberikan oleh Tuhan, karena Dia lebih mengetahui apa saja yang terbaik bagimu.

 “Sesungguhnya Tuhan mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

38 komentar:

  1. gak kuaaaaaaaaat, Sist Enha udh mulai ngomongin cinta nih...
    ^_^
    eh, pinjem filmnya donk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, sekali-sekali, stressing dikit gapapa donk kakak. Keluar jalur dulu, daripada belajar ttg misteri mulu. Lama-lama bosen juga nih. :v

      pinjam?
      kopi aja kak gapapa, tapi ngopinya gimana ya?
      XD

      Hapus
  2. jadi pengen lihat film stardust*payah deh aku masalah film

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini mbak Anis, nonton bareng sama temen saya yuk...
      :D

      Hapus
  3. ane pertamax gk ya :D

    ~ Blogwalking Andrekocak Blog ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketigax gan...
      kalo komen saya juga diitung, agan jadi kelimax
      XD

      Hapus
  4. Cinta? Setdah, sesuatu banget Miss. N ngomongin cinta! Dan itu dalem bgt!

    Kadang sih kalo gue nonton pilem, tapi gue gak nyari pesen moral. Mungkin samar atau emg otak gue yg gak nangkep. Nah! Kalo pesen sebuah pilem udah dijembreng kayak gini, gak perlu nonton pilemnya kali ea ...

    Gue yesss! :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue yesss!
      maksudnya?

      kadang, memang ada film yg pesan moralnya dikit banget masbro.
      XD

      oia, jangan panggil gw Miss. N donk :v
      karena Miss. N itu nama gebetannya si Falzart -_-"

      Hapus
    2. Tolong ya, En...
      Jangan bawa-bawa begituan ke sini... Ehehehem....

      Hapus
    3. Sori sori buat yg kesinggung. Tp new post nya mana, nih? Anteng bingit!

      Hapus
    4. new post? haha XD
      sik, kapan2.
      Anteng bingit, plus lagi pelit bin medhit berbagi pemikiran. wkwkwk
      XD

      Hapus
  5. Ini ternyata filem tahun 2007. Karena kamu nyaranin filem ini di komentarmu sebelumnya, jadi aku udah nonton...

    Tahu gak? Filem ini agak sedikit gak masuk akal, masa ada bintang berwujud orang? Kalau pakai istilah 'magic' sih masih lumayan untuk rasionalisasi... Ini kan tidak... Tapi, pesannya dapet sih...
    Bagiku pesannya terlalu klasik, tapi realistis...
    Cinta yang sebenarnya bisa saja ada di sekitarmu selama ini, jadi jangan menutup hati pada kecenderungan hatimu saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan hanya sedikit gak masuk akal, menurutku malah sama sekali gak masuk akal. :v

      Tapi nih film sarat pesan kog, bukan melulu pesan cinta-cintaan doank. Misal, ada pesan ttg perebutan tahta maupun kekuasaan,ttg hasrat awet muda dan hidup selamanya, dsb dsb.
      :D

      Tambahan inti pesannya boleh juga tuh, keren (y).
      :D

      Hapus
    2. Kalau begitu, kenapa kita harus nonton filem yang gak masuk akal? Kalau bukan karena kamu komentar di tempatku soal stardust, filemnya bakalan ku-stop begitu si raja lempar kalung ke atas, terus kena Yvaine...

      Hapus
    3. yg penting kan maknanya dapet.
      daripada nonton naruto ato OP mulu..
      kedua anime ini ceritanya juga gak masuk akal.
      XD

      Baiklah kalo gitu, gimana kalo nonton resident evil aja?
      udah nonton ini berkali2, tapi tetep gak bosen. :v
      Atau, 3 Idiots aja, udah pernah nonton belum? Bagus lho :D

      Hapus
  6. ini mah bukan spoiler lageee...

    BalasHapus
  7. Saya pernah nonton. Udah sering tayang di global tv atau bioskop trans tv. Bagian yang saya suka tu saat kapten shakeapeare ketahuan klo dia suka berdandan seperti perempuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga suka bagian itu bang.
      waktu pertama nonton, sempat khawatir kalo anak buah kapten Shakespeare ga bakal meneima kenyataan ttg kapten mereka.

      Tapi mereka menerimanya, dan bahkan sudah tahu sejak dulu bhw kapten mereka spt itu, dan mereka tetap setia & menghormati sang kapten. Sungguh membuatku terharu.
      T.T

      btw, kenapa blog bang Syaiful ganti lagi?
      :v

      Hapus
  8. hehehe.. saya udah lama banget gak nonton film. analisamu sampe panjang banget. saya kasi jempol.

    BalasHapus
  9. hmm, sejak dulu beginilah cinta.. Deritanya tiada akhir.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaaaaaaahhh, ada enha nyasar dimari :v

      salam kenal, enha
      :v

      Hapus
  10. widih.. reviewnya panjang amir yah.. sampe ngos-ngosan ane bacanya...
    bicara soal hakekat cinta, sy koq malah kepikiran the wolf of wallstret yah.. (agak jauh sih sbenernya dari tema cinta,.. tapi biarlah biar komeng ini jdi panjang)

    salam kenal betewe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bacanya pelan2 aja bro, ini bukan perlombaan sprint. XD

      wolf of wallstreet? ane belum pernah nonton, nanti kalo ingat, ane baca reviewnya dulu ya. :D

      salam kenal balik, dan maaf kalo komennya baru dibales.
      (!! ~_______~)

      Hapus
  11. Balasan
    1. kagak, lancar jaya kog. Kan udah dikasih oli.
      #emangna_apaan_coba

      Hapus
  12. Wah conta memang rumit, btw saya belum pernah nonton film ini... sepertinya menarik nih, hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang rumit, karena cinta juga ada banyak macamnya bro.
      hehe :D

      Hapus
  13. astaga..
    luar biasa banget, baru kali ini aku baca postingan yang mengulas detail tentang cerita film cinta :D
    mantab

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih tepatnya mungkin luar binasa bang :v
      terimakasih, btw

      Hapus
    2. betewe, kenapa tiap mo komen di blognya bang Ronal malah error ya?
      :(

      Hapus
    3. blom nonton nih aku filmnya, jadi pengen :)

      Hapus
    4. Iya banyak banget yg komplen gitu wkwkwkk..suka keluar tulisan error..tapi kalau diulang keluar tulisan duplicate komment..
      Jangan kapok yah hehe
      Ayooo mana postingan barunya :D

      Hapus
    5. @mbak Ely: adakah referensi film, yang mbak ELy suka?

      @bang Ronal: iya bang, kemaren ane mo komen juga gitu. Eror, trus mo komen lagi, dan keluarlah tulisan duplicate comment. Dan saya pun bingung. XD

      Enggak bakal kapok kog. Nanti kapan2 saya pasti berkunjung lagi.
      Postingan barunya? Kapan-kapan. wkwkwk XD

      Hapus
  14. World War Z aq dah liat bbrp bulan lalu, cuma Stardust itu aq blom, itu cewek klo ndk salah yg main di remeo juliet, tambah tua aja, imutx ilang *smile

    BalasHapus
    Balasan
    1. World War Z, jalan ceritanya lumayan kak. Tapi menurutku, hampir ada unsur propagandanya. XD
      Iya, ceweknya yg main di romeo & juliet sama Leo di Caprio. Memang imutan dan cantikan pas dy main di film Romeo & Juliet sih. kalo di film Stardust, menurutku malah cantikan si Victoria. e__e

      Hapus

Pertanyaan, kritik, saran, komentar? Silakan keluarkan uneg-unegnya. Tak perlu malu-malu... hehe... Oia, untuk sementara (sampai batas waktu yg belum tahu kapan), komentarnya aku moderasi yaaa... Have a nice day. Terimakasih sudah mampir dan membaca. ^_^